Kamis, 12 Juli 2012

~¤~ Hukum Rebonding ~¤~


ﺑِﺴْﻢِ ﭐﻟﻠَّـﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ


Ass.wr.wb.
Ustadzah, saya ingin menanyakan tentang hukum rebonding dalam Islam

Saat ini banyak salon-salon kecantikan muslimah yang menggunakannya, dan ada yang menyatakan boleh asalkan tidak permanent,
Bagaimana hal itu ?
Wss.wr.wb
0813542xxxx

Ass.wr.wb
Bagaimana hukum rebonding dan keriting?
Katanya asalkan tidak permanent tidak apa-apa ?

Ustadzah, sebenarnya bagaimana fakta rebonding dan keriting?



***


ﺑِﺴْﻢِ ﭐﻟﻠَّـﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ


Memang sebelum menentukan hukumnya, perlu diketahui terlebih dahulu faktanya, Baru kemudian kita bisa menentukan hukumnya

Proses mengeriting dan meluruskan rambut secara kimiawi berarti mengubah struktur ikatan protein rambut

Suatu protein yang disebut dengan keratin, merupakan protein yang membentuk rambut manusia, terdiri dari unsur cystine, yaitu senyawa asam amino yang memiliki unsur sulfida, dalam jumlah persentase yang cukup tinggi

Jembatan disulfida -S-S- dari cystine merupakan salah satu faktor utama yg bertanggung jawab atas berbagai bentuk dari rambut kita

Rambut lurus atau keriting dikarenakan keratin mengandung jembatan disulfida yang memampukan molekul untuk mempertahankan bentuk-bentuk tertentu

Di dalam proses keriting atau ‘perm’ (permanent waves) , rambut diberikan senyawa pereduksi yang membuka beberapa ikatan -S-S-



* Bagaimana dengan hukum rebonding atau keriting ini?

Perlakuan Rebonding adalah mengubah struktur protein rambut secara permanen dan terkategori tindakan mengubah ciptaan Allah, sehingga hukumnya HARAM

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata:
“Allah ‘Azza Wa Jalla melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato, yang mencukur alisnya dan mengikir giginya untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah”
(HR. Bukhori-Muslim)


* Bagaimana kalau tujuan rebonding ini dalam rangka kebaikan, misalnya mempercantik agar menyenangkan di depan suami?

Berhias atau tazayyun dianjurkan bagi istri untuk menyenangkan pandangan suaminya, Namun memang perlu difahami agar berhias ini tidak termasuk pada bentuk-bentuk keharaman sebagaimana yang disebutkan dalam nash-nash syar’i

Rebonding sendiri adalah meluruskan rambut agar rambut jatuh lebih lurus dan lebih indah,
Namun kenyataannya rebonding sering menyebabkan rambut kita rusak, merah, kasar dan bercabang, sehingga perlu perawatan lanjutan dg shampoo khusus

Misalnya untuk produk yang cukup trend adalah merk makarizo (vitamin sesudah keramas) atau Johny Andrean (ion rebonding)

Kemudian seminggu sekali untuk melembutkan rambut, digunakan hair mask dan hair tonic

Akhirnya perawatan ini akan mengeluarkan biaya yang lumayan mahal

Rebonding sendiri menggunakan proses kimiawi pada rambut, dg tujuan mengubah struktur protein rambut

Wajar bila selanjutnya harus ada perawatan intensif pada rambut yang direbonding, karena perubahan struktur secara paksa bisa menyebabkan rambut rapuh



* Ustadzah, masih tentang rebonding
Saat ini kan katanya banyak temuan-temuan terbaru tentang proses rebonding sehingga memungkinkan terjadinya pembaruan dalam proses,
Apakah mungkin kemudian hukumnya menjadi boleh?

Asalkan tidak menyebabkan permanent, dalam arti mengubah struktur protein tentu tidak masalah,
Sementara kenyataannya rebonding yang trend saat ini menyebabkan helai rambut berubah bentuk secara permanent

Pemulihan rambut yang terlihat, bukan dari bagian helai rambut yang terkena perlakuan rebonding, karena bagian tersebut memang telah rusak dan tidak bisa pulih, tetapi dari bagian helai rambut yang baru muncul menggantikan rambut yang telah rusak

Dalam proses mengubah tatanan rambut, bisa saja menggunakan bahan-bahan dan peralatan yang tidak menyebabkan perubahan secara permanent

Seperti misalnya, roll (menggulung rambut) tanpa proses kimiawi atau menjalin rambut kecil-kecil agar lebih lurus ketika dibuka jalinannya

Semua hal ini bila tidak mengubah struktur ikatan protein rambut, tidak akan bersifat permanen

Paling lama bertahan hanya satu hingga dua hari, Tetapi tentu yang terpenting adalah tidak melanggar hukum syara’

Memang ada perbedaan pendapat tentang hukum kebolehan rebonding, Namun bagi setiap muslimah adalah berusaha mencari hukum yang diyakininya paling tepat tentang masalah tersebut berdasarkan pemahaman terhadap fakta hukum tersebut dan dalil-dalil syar’i yang terkait


Baru saja · Suka · Bila ingin membahagiakan suami, cantikkanlah hati kita dg bentuk perhatian, kasih sayang dan sering-seringlah bersyukur pada Allah

“Alhamdulillah ya de, aku beruntung punya istri kaya kamu … cantik secara lahi batin”


Wallahuàlam …



======= ¤ ======= ¤ ======= ¤ =======
Referensi :
℡. http://mediaislamnet.com/2010/01/hukum-rebonding-dalam-islam/
======= ¤ ======= ¤ ======= ¤ =======
======= ¤ ======= ¤ ======= ¤ =======
.

mukzizat Alllah, ....

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

Allahuakbar !!

Perbuatan-perbuatan dalam solat adalah simbol bagi nama Nabi

احمد = ا + ح + م + د = Ahmad

Ketahuilah bahawa Ahmad ialah salah satu nama lain bagi Nabi Muhammad s.a.w. Dan mengikut sejarah, ibunya Aminah mahu namakan anaknya itu dengan nama Ahmad, tetapi kemudian datuknya Abdul Mutalib memberikannya nama Muhammad.

Walaubagaimana pun, Ahmad dan Muhammad di dalam bahasa Arab maksudnya sama saja, iaitu 'Yang Terpuji'.

"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, iaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" ...... " (Surah As-Shaaf : Ayat 6)


Otak manusia dalam keadaan seperti orang sujud dalam solat

Bentuk otak manusia pun jika diperhatikan dengan teliti akan kelihatan seperti orang yang sedang sujud. Bersesuaian sekali kerana otak berada di dalam tempurung kepala yang digunakan untuk sujud.

Otak berada di bahagian paling atas manusia, tetapi apabila kita sujud, ia berada di tempat paling rendah, menandakan pengabdian kita pada Yang Menciptakan kita. Maka mengapa masih ada manusia yang sombong dan angkuh tidak mahu SUJUD kepada Tuhan yang mencipta kita?

~*Cinta*~

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

♥ Cintakan harta, Harta akan kehabisan….

♥ Cintakan bunga, bunga akan layu…

♥ Cintakan kecantikan, kecantikan akan pudar….

♥ Cintakan dunia, dunia akan lenyap…

♥ Cintakan manusia, manusia akan mati…

♥ Sebaliknya, serahkanlah cintamu kepada yang lebih berhak….

♥ Cintakan Al-Quran, ia akan bagi jawapan untuk segala kemusykilan…

♥ Cintakan Hadis, ia akan menjadi panduan untuk kita…

♥ Cintakan ilmu, pengetahuan kita akan bertambah…

♥ Cintakan iman, diri akan jadi kuat dari hasutan syaitan dan nafsu…

♥ Cintakan kebaikan, pahala akan sedia menanti untuk kita…

♥ Cintakan pahala, akan menjadi bekalan di akhirat…

♥♥ Cintakan Rasulullah saw, cinta dan semangatnya akan sentiasa mengalir dalam diri kita…. ♥

dan yang paling utama… CINTAKAN ALLAH SWT…ITULAH YANG KEKAL ABADI…… ♥♥

~*AMALAN MENJADI WANITA SOLEHAH*~

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

Memang semua wanita bercita-cita untuk menjadi wanita solehah dan semua lelaki juga menginginkan pasangannya itu seorang wanita solehah. Antara amalam-amalan yang boleh dipraktikan untuk menjadi wanita solehah:

1. Mendirikan solat
Semua manusia yang sudah mencapai umur baligh diwajibkan ke atasnya solat fardhu 5 waktu sehari semalam. Solat fardhu dengan rajin dan lakukannya juga solat sunat sebagai menampung kekurangan yg terdapat pada solat wajib itu tadi.


2. Menjaga solatnya.
Seseorang yang wajib solat dituntut juga khusyuk ketika menunaikan kewajipan itu.Selain khusyuk , menunaikan solat juga dituntut beristiqamah iaitu melakukan solat dengan berterusan mengerjakannya serta menjaga waktunya, ini bermaksud solat itu mesti di awal waktu dan tidak melengah-lengahkannya.


3. Bersyukur dan redha.
Manusia ini biasa mempunyai tabiat yg buruk kerana apabila ditimpakan ujian atau musibah sering mengeluh dan adakalanya seperti menyalahkan takdir. Tetapi apabila senang dan kaya sedikit mereka cepat lupa diri. Sebaiknya kita bersyukur dan redho dgn setiap pemberian Allah. Janji Allah dlm alquran, apabila kamu bersyukur aku akan tambahkan nikmat kpdmu tetapi sekiranya kamu kufur ingatlah azabku amat pedih.


4. Selalu bersedekah.
Murah hati adalah sifat yang mulia. Kehidupan akan menjadi indah dan bahagia apabila semua orang ada perasaan ingin saling bantu membantu sesama saudara seagama. Sehinggakan malaikat berdoa agar orang yg rajin memberi sedekah itu Allah swt akan gantikan dengan ganjaran yg berlipat kali ganda.


5. Menjaga maruah diri.
Untuk menjadi wanita solehah hendaklan wanita itu menjaga maruahnya dengan menutup aurat dgan betul. Memelihara diri dan kehormatannya serta menjauhi perlakuan yg boleh mendorongnya melakukan kemaksiatan dan perbuatan keji.


6. Takut murka Allah.
Wanita solehah sentiasa patuh kepada ajaran Allah dan menjauhi semua larangan Nya. Walaupun Allah tidak dapat dilihat tetapi sentiasa merasakan Allah itu Maha Melihat semua perbuatan Hambanya. Malu melakukan kejahatan dan kemaksiatan kerana takut akan azab dan pembalasan dari Allah swt.


7.Menjaga amanah.
Sebagai wanita perlulah menjaga amanah yang telah dipikulkan ke atasnya seperti amanah menjadi seorang isteri, seorang ibu, seorang pekerja dan seorang tetangga. Amanah kepada Allah, seprtia didalam surah Fatihah ” kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkau kami memohon pertolongan.


8. Pandai mengaji Al-Quran.
Wanita solehah selain solat, menjaga solatnya dgn istiqamah, menjaga amanah dan memelihara diri ,mestilah juga tahu mengaji Quran dan suka/sering menjadikan Quran itu sebagai sahabatnya. Kerana rumah yg tiadak diperdengarkan alunan bacaan Quran ibarat seperti sebuah kubur.


Begitulah serba sedikit amalan-amalan untuk menjadi wanita solehah. Sebagai panduan buat kita semua yg bercita-cita menjadi wanita solehah..InsyaAllah.


…Wallahu’ alam…

~*Gambaran Pintu Syurga*~

Bismillahir-Rahmanir-Rahim..

Keindahan Syurga digambarkan mempunyai 8 pintu yg dibuat daripada emas,perak,belian, manikam dan pelbagai barang yg bermutu tinggi.

Pintu pertama
Ia tertulis "Tiada tuhan yg berhak disembah selain ALLAH,dan Nabi Muhammad adalah utusannya... .
Itulah pintu untuk para para Nabi Nabi,para Rasul,para Syahid dan para dermawan... ..

Pintu kedua
Pintu untuk org yg melakukan solat dgn menyempurnakan solat dan wuduknya...

Pintu ketiga
Bagi mereka yg tidak lupa pada zakatnya

Pintu keempat
Pintu bagi mereka yg menyuruh bebuat baik dan mencegah kejahatan

Pintu kelima
Pintu bagi mereka yg berjaya menahan diri dari menuruti nafsu syahwat kearah kejahatan... .

Pintu keenam
Pintu mereka yg telah menunaikan haji dan umrah... ..

Pintu ketujuh
Pintu bagi mereka yg menyambungkan perjuangan Rasullallah yg berjuang dijalan ALLAH

Pintu kelapan
Pintu bagi org yg menahan matanya dari pandangan yg diharamkan oleh ALLAH,melakukan kebaikan dan kebajikan seperti berbakti kpd kedua ibu bapanya atau org tua serta bergaul dengan baik dgn keluarga dan melakukan perbuatan yg baik-baik

Credit: Muhasabah

ALERGI DENGAN SHALAT TARAWIH 23 RAKAAT...???

Sebagian orang berpandangan bahwa di antara ciri khas seorang ahli sunah adalah alergi dengan shalat tarawih 23 rakaat secara mutlak. Ini adalah anggapan yang tidak benar. Memang benar, kita tentu sangat tidak setuju jika shalat tarawih 23 rakaat dilakukan dengan ngebut.

Perlu diketahui bahwa sebagian ulama ahli sunah menilai bahwa riwayat shalat tarawih di masa Umar itu 23 rakaat adalah riwayat yang valid. Di antara mereka adalah imam ahli sunah di zaman ini yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Sehingga berdasarkan hal tersebut, maka shalat tarawih 23 rakaat adalah sunah sahabat dan sunah khulafaur rasyidin.

Andaipun riwayat ini lemah, bukan berarti shalat tarawih lebih dari 11 rakaat itu terlarang karena shalat tarawih adalah bagian dari shalat malam sedangkan shalat malam itu tidak memiliki batas maksimal sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim.

Oleh karena di antara anggapan yang kurang tepat adalah kesimpulan sebagian orang bahwa jika riwayat Umar tentang Shalat Tarawih 23 rakaat adalah riwayat yang lemah maka berarti maksimal shalat Tarawih adalah 11 atau 13 rakaat.

Berikut ini adalah penjelasan Syaikh Ibnu Baz tentang masalah ini:

ومن الأمور التي قد يخفى حكمها على بعض الناس:
ظن بعضهم أن التراويح لا يجوز نقصها عن عشرين ركعة،

“Di antara hal yang hukumnya tidak diketahui oleh sebagian orang adalah anggapan sebagian orang bahwa shalat tarawih itu tidak boleh kurang dari 20 rakaat.

وظن بعضهم أنه لا يجوز أن يزاد فيها على إحدى عشرة ركعة أو ثلاث عشرة ركعة، وهذا كله ظن في غير محله بل هو خطأ مخالف للأدلة.

Demikian pula anggapan sebagian orang bahwa shalat tarawih itu tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Kedua anggapan ini adalah anggapan yang tidak pada tempatnya bahkan keduanya adalah anggapan yang menyelisihi banyak dalil.

وقد دلت الأحاديث الصحيحة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم على أن صلاة الليل موسع فيها ، فليس فيها حد محدود لا تجوز مخالفته،

Terdapat banyak hadits yang sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa bilangan rakaat shalat malam itu longgar, tidak ada batasan baku yang tidak boleh dilanggar.

بل ثبت عنه صلى الله عليه وسلم أنه كان يصلي من الليل إحدى عشرة ركعة، وربما صلى ثلاث عشرة ركعة، وربما صلى أقل من ذلك في رمضان وفي غيره.

Bahkan terdapat riwayat yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau shalat malam sebanyak 11 rakaat dan terkadang 13 rakaat. Terkadang pula beliau shalat malam kurang dari 11 rakaat ketika Ramadhan atau pun di luar Ramadhan.

ولما سئل صلى الله عليه وسلم عن صلاة الليل قال: مثنى مثنى ، فإذا خشي أحدكم الصبح صلى ركعة واحدة توتر له ما قد صلى . متفق على صحته .

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang shalat malam, beliau mengatakan, “Shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika kalian khawatir waktu subuh tiba maka hendaknya dia shalat sebanyak satu rakaat sebagai witir untuk shalat malam yang telah dia kerjakan” (HR Bukhari dan Muslim).

ولم يحدد ركعات معينة لا في رمضان ولا في غيره،

Jadi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menentukan jumlah rakaat tertentu untuk shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

ولهذا صلى الصحابة رضي الله عنهم في عهد عمر رضي الله عنه في بعض الأحيان ثلاثا وعشرين ركعة، وفي بعضها إحدى عشرة ركعة،

Oleh karena itu para sahabat di masa Umar terkadang shalat tarawih sebanyak 23 rakaat dan terkadang sebanyak 11 rakaat.

كل ذلك ثبت عن عمر رضي الله عنه وعن الصحابة في عهده.

Kedua riwayat tersebut adalah riwayat yang sahih dari Umar dan para sahabat di masa Umar.

وكان بعض السلف يصلي في رمضان ستا وثلاثين ركعة ويوتر بثلاث،

Sebagian salaf ketika bulan Ramadhan shalat tarawih sebanyak 36 rakaat terus ditambah witir 3 rakaat.

وبعضهم يصلي إحدى وأربعين،

Sebagian salaf yang lain shalat tarawih sebanyak 41 rakaat.

ذكر ذلك عنهم شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله وغيره من أهل العلم،

Kedua riwayat di atas disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan para ulama selainnya.

كما ذكر رحمة الله عليه أن الأمر في ذلك واسع، وذكر أيضا أن الأفضل لمن أطال القراءة والركوع والسجود أن يقلل العدد، ومن خفف القراءة والركوع والسجود زاد في العدد، هذا معنى كلامه رحمه الله.

Ibnu Taimiyyah juga menyebutkan bahwa permasalahan bilangan shalat malam adalah permasalahan yang ada kelonggaran di dalamnya. Ibnu Taimiyyah juga menyebutkan bahwa yang paling afdhol bagi orang yang mampu untuk berdiri, ruku dan sujud dalam waktu yang lama adalah mempersedikit jumlah rakaat yang dia lakukan. Sedangkan orang yang berdiri, ruku dan sujudnya tidak lama hendaknya memperbanyak jumlah rakaat yang dikerjakan. Inilah inti dari perkataan Ibnu Taimiyyah dalam masalah ini.

ومن تأمل سنته صلى الله عليه وسلم علم أن الأفضل في هذا كله هو صلاة إحدى عشرة ركعة، أو ثلاث عشرة ركعة، في رمضان وغيره؛

Siapa saja yang merenungkan dengan baik sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu dia akan berkesimpulan bahwa bilangan rakaat shalat malam yang terbaik adalah 11 rakaat atau 13 rakaat baik di bulan Ramadhan ataupun di luar Ramadhan.

لكون ذلك هو الموافق لفعل النبي صلى الله عليه وسلم في غالب أحواله، ولأنه أرفق بالمصلين وأقرب إلى الخشوع والطمأنينة ، ومن زاد فلا حرج ولا كراهية كما سبق.

Ada dua alasan untuk kesimpulan di atas:

Pertama, itulah yang sesuai dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mayoritas shalat malam yang beliau kerjakan

Kedua, itulah yang lebih mudah bagi banyak orang sehingga orang-orang yang melakukannya bisa lebih khusyu’ dan tenang ketika mengerjakan shalat. Sedangkan orang yang ingin lebih dari 11 atau 13 rakaat maka hukumnya adalah mubah dan tidak makruh sebagai penjelasan di atas”.

Sumber: Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawi’ah jilid 15 hal 18-19, terbitan Dar Ashda’ al Mujtama’ cetakan ketiga 1428 H.

Artikel www.ustadzaris.com

Sabtu, 07 Juli 2012

ROK MINI YANG MERUSAK EMANSIPASI WANITA Dan ISLAM MEMBERIKAN HAK-HAK WANITA DENGAN SEMPURNA

(Nach bagi yg masih pake rok mini apa sudah kita ganti dengan jilbab yuuuuk)

Sesungguhnya Islam menempatkan wanita di tempat yang sesuai pada tiga bidang :

1. Bidang Kemanusiaan :
Islam mengakui haknya sebagai manusia dengan sempurna sama dengan pria. Umat-umat yang lampau mengingkari permasalahan ini.

2. Bidang Sosial :
Telah terbuka lebar bagi mereka (terpisah dari kaum pria, pent) di segala jenjang pendidikan, di antara mereka menempati jabatan-jabatan penting dan terhormat dalam masyarakat sesuai dengan tingkatan usianya, masa kanak-kanak sampai usia lanjut. Bahkan semakin bertambah usianya, semakin bertambah pula hak-hak mereka, usia kanak-kanak; kemudian sebagai seorang isteri, sampai menjadi seorang ibu yang menginjak lansia, yang lebih membutuhkan cinta, kasih dan penghormatan.

3. Bidang Hukum
Islam memberikan pada wanita hak memiliki harta dengan sempurna dalam mempergunakannya tatkala sudah mencapai usia dewasa dan tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya baik ayah, suami, atau kepala keluarga.

Hak-hak ini semua tidak terdapat dalam faham yang menamakan dirinya �faham modern�, yang menyerukan �Emansipasi Wanita� itu. (Bahkan sebaliknya) mereka mengatakan bahwa Islam menghilangkan hak-hak wanita dan memenjarakannya di dalam rumah.

Apakah karena Islam tidak menjadikan wanita sebagai dagangan murah yang bisa dinikmati setiap pandangan mata dan pemuas nafsu mereka yang bejat itu?

Inikah kebebasan yang mereka kumandangkan? Dan inikah hak yang mereka tuntut? Apakah mereka menginginkan kita mengeluarkan puteri-puteri dan isteri-isteri kita ke jalan raya dengan pakaian telanjang, bercampur baur dengan kaum pria? Lalu di mana rasa cemburu terhadap kehormatan dan harga diri kita??

Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap mereka dan pendukung mereka, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Imam Bukhari, dari Ibnu Mas�ud Radhiallahu ‘anhu:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلىَ : إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَاشِعْتَ

�Sesungguhnya termasuk yang didapati manusia dari salah satu ucapan kenabian yang terdahulu adalah : jika kamu tidak mempunyai perasaan malu, maka berbuatlah semaumu�.

Demi Allah! Yang demikian itu berarti terjerumus ke dalam rayuan dan ajakan Salibis yang dengki dan Zionis yang jahat.

Tidaklah mereka itu, melainkan corong-corong yang berbunyi menurut perintah bos-nya dari Barat dan Timur, untuk menghancurkan kita dalam beragama Islam.

Dan saya mengatakan dengan tegas, sesungguhnya mereka itu tidak menyerukan kebebasan dan hak-hak wanita, karena Allah Azza wa Jalla telah memberikan hak-hak mereka dengan sempurna, tetapi mereka � demi Allah � menyerukan kebebasan tubuh-tubuh wanita agar melanggar batas-batas akhlak yang utama dan adat istiadat yang baik, sehingga tersebarlah kerusakan dan kebejatan moral di muka bumi.

Alangkah jauhnya angan-angan mereka, sementara di sana telah siap putera-putera yang telah bersumpah untuk menjadi tentara Allah yang jujur di jalan agama, untuk mengorbankan segala apa yang ada pada diri mereka.

GUNAKAN HIJABMU WAHAI SAUDARIKU…..

Di bawah ini keterangan bagaimana hijab yang syar�i, yang telah diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla padamu. jangan biarkan hijab anda seperti apa yang mereka kehendaki, dengan alasan cinta dan kasih sayang.

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menghendaki jilbab itu sebagai penutup tubuhmu dari pandangan matamata serigala, penjaga rasa malu, dan memelihara kehormatanmu. Karena itu, jangan anda campakkan rasa malu itu dengan menjauhi perintah-Nya, sebaliknya pegang teguhlah perintah itu, karena perasaan malu selalu membawa kepada kebaikan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari � Muslim dari �Imran bin Hushain Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَيَاءُ لاَيَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْرٍ

�Tidaklah rasa malu itu ada, kecuali selalu mendatangkan kebaikan�.

Demikian juga Imam Hakim dan yang lainnya mengeluarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiallahu anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَيَـاءُ وَالإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِيْعًا, فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلآخَرُ.

�Perasaan malu dan iman itu selalu berdampingan, bila salah satunya hilang, hilanglah yang lainnya�.

Maka peganglah dengan teguh perkara yang dapat membawa kebaikan dan mendekatkan diri anda kepada Allah Azza wa Jalla. Ketahuilah bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara, sedang kehidupan akhirat adalah kekal/selama-lamanya.jangan anda jual kenikmatan yang abadi itu dengan harta dunia yang sirna ini.

Allah Subhanahu wa ta’ala, berfirman:

وَمَـا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ اْلآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِيْنَ يَتَقُوْنَ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ – الأنعام :۳۲

�Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahami-nya?� (QS Al An�am : 32).

Berikut ini sifat hijab yang syar�i, saya mohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memberikan pertolongan kepada anda untuk memegang teguh padanya, dan menjadikan anda termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikuti jalan yang baik.

1. Hijab itu hendaknya menutupi seluruh badan, dari atas kepala, sampai di bawah mata kaki, kecuali bagian-bagian yang dikecualikan oleh syariat.
2. Hendaknya jilbab itu luas dan longgar, sehingga tidak nampak bentuk tubuh dan anggota-anggota badan.
3. Kain jilbab itu harus tebal, sehingga tidak menampakkan warna kulit atau yang lainnya.
4. Tidak bersifat menghias tubuh yang menarik pandangan pria, karena tujuan jilbab itu sendiri adalah untuk menutupi keindahan tubuh.
5. Tidak menyerupai pakaian pria.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.
7. Tidak menyolok dan menarik pandangan orang.
8. Tidak memakai pewangi atau minyak wangi yang tercium baunya.

Demikianlah syarat-syarat jilbab yang Syar�i, yang masing-masing ada dalilnya baik dari Al Qur�an maupun Sunnah, dan sengaja tidak saya cantumkan supaya tidak terlalu panjang pembahasannya.

Untuk lebih jelasnya, saya sarankan anda membaca dengan teliti kitab �Hijabul Mar�atul Muslimah menurut Al Qur�an dan As Sunnah� yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, semoga Allah memanjangkan umur beliau, karena banyak manfaatnya bagi kaum muslimin. (Beliau rahimahullah sudah wafat, semoga ruhnya ditempatkan bersama para syuhada dan shalihin, amin, pent).

Referensi: Buku “Membina Keharmonisan Berumah Tangga Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bahaya Emansipasi Wanita” Hal. 23-28 Penerbit Cahaya Tauhid