ROK MINI YANG MERUSAK EMANSIPASI WANITA Dan ISLAM MEMBERIKAN HAK-HAK WANITA DENGAN SEMPURNA
(Nach bagi yg masih pake rok mini apa sudah kita ganti dengan jilbab yuuuuk)
Sesungguhnya Islam menempatkan wanita di tempat yang sesuai pada tiga bidang :
1. Bidang Kemanusiaan :
Islam mengakui haknya sebagai manusia dengan sempurna sama dengan pria. Umat-umat yang lampau mengingkari permasalahan ini.
2. Bidang Sosial :
Telah terbuka lebar bagi mereka (terpisah dari kaum pria, pent) di
segala jenjang pendidikan, di antara mereka menempati jabatan-jabatan
penting dan terhormat dalam masyarakat sesuai dengan tingkatan usianya,
masa kanak-kanak sampai usia lanjut. Bahkan semakin bertambah usianya,
semakin bertambah pula hak-hak mereka, usia kanak-kanak; kemudian
sebagai seorang isteri, sampai menjadi seorang ibu yang menginjak
lansia, yang lebih membutuhkan cinta, kasih dan penghormatan.
3. Bidang Hukum
Islam memberikan pada wanita hak memiliki harta dengan sempurna dalam
mempergunakannya tatkala sudah mencapai usia dewasa dan tidak ada
seorang pun yang berkuasa atasnya baik ayah, suami, atau kepala
keluarga.
Hak-hak ini semua tidak terdapat dalam faham yang
menamakan dirinya �faham modern�, yang menyerukan �Emansipasi Wanita�
itu. (Bahkan sebaliknya) mereka mengatakan bahwa Islam menghilangkan
hak-hak wanita dan memenjarakannya di dalam rumah.
Apakah
karena Islam tidak menjadikan wanita sebagai dagangan murah yang bisa
dinikmati setiap pandangan mata dan pemuas nafsu mereka yang bejat itu?
Inikah kebebasan yang mereka kumandangkan? Dan inikah hak yang mereka
tuntut? Apakah mereka menginginkan kita mengeluarkan puteri-puteri dan
isteri-isteri kita ke jalan raya dengan pakaian telanjang, bercampur
baur dengan kaum pria? Lalu di mana rasa cemburu terhadap kehormatan dan
harga diri kita??
Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap mereka dan pendukung mereka,
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dan Imam Bukhari, dari
Ibnu Mas�ud Radhiallahu ‘anhu:
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلىَ : إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَاشِعْتَ
�Sesungguhnya termasuk yang didapati manusia dari salah satu ucapan
kenabian yang terdahulu adalah : jika kamu tidak mempunyai perasaan
malu, maka berbuatlah semaumu�.
Demi Allah! Yang demikian itu berarti terjerumus ke dalam rayuan dan ajakan Salibis yang dengki dan Zionis yang jahat.
Tidaklah mereka itu, melainkan corong-corong yang berbunyi menurut
perintah bos-nya dari Barat dan Timur, untuk menghancurkan kita dalam
beragama Islam.
Dan saya mengatakan dengan tegas, sesungguhnya
mereka itu tidak menyerukan kebebasan dan hak-hak wanita, karena Allah
Azza wa Jalla telah memberikan hak-hak mereka dengan sempurna, tetapi
mereka � demi Allah � menyerukan kebebasan tubuh-tubuh wanita agar
melanggar batas-batas akhlak yang utama dan adat istiadat yang baik,
sehingga tersebarlah kerusakan dan kebejatan moral di muka bumi.
Alangkah jauhnya angan-angan mereka, sementara di sana telah siap
putera-putera yang telah bersumpah untuk menjadi tentara Allah yang
jujur di jalan agama, untuk mengorbankan segala apa yang ada pada diri
mereka.
GUNAKAN HIJABMU WAHAI SAUDARIKU…..
Di bawah
ini keterangan bagaimana hijab yang syar�i, yang telah diperintahkan
oleh Allah Azza wa Jalla padamu. jangan biarkan hijab anda seperti apa
yang mereka kehendaki, dengan alasan cinta dan kasih sayang.
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menghendaki jilbab itu sebagai penutup
tubuhmu dari pandangan matamata serigala, penjaga rasa malu, dan
memelihara kehormatanmu. Karena itu, jangan anda campakkan rasa malu itu
dengan menjauhi perintah-Nya, sebaliknya pegang teguhlah perintah itu,
karena perasaan malu selalu membawa kepada kebaikan.
Dalam
hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari � Muslim dari �Imran bin Hushain
Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْحَيَاءُ لاَيَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْرٍ
�Tidaklah rasa malu itu ada, kecuali selalu mendatangkan kebaikan�.
Demikian juga Imam Hakim dan yang lainnya mengeluarkan hadits dari Ibnu
Umar Radhiallahu anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْحَيَـاءُ وَالإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِيْعًا, فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلآخَرُ.
�Perasaan malu dan iman itu selalu berdampingan, bila salah satunya hilang, hilanglah yang lainnya�.
Maka peganglah dengan teguh perkara yang dapat membawa kebaikan dan
mendekatkan diri anda kepada Allah Azza wa Jalla. Ketahuilah bahwa
kehidupan di dunia ini adalah sementara, sedang kehidupan akhirat adalah
kekal/selama-lamanya.jangan anda jual kenikmatan yang abadi itu dengan
harta dunia yang sirna ini.
Allah Subhanahu wa ta’ala, berfirman:
وَمَـا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ
اْلآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِيْنَ يَتَقُوْنَ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ – الأنعام
:۳۲
�Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main
dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi
orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahami-nya?� (QS Al
An�am : 32).
Berikut ini sifat hijab yang syar�i, saya mohon
kepada Allah Azza wa Jalla agar memberikan pertolongan kepada anda untuk
memegang teguh padanya, dan menjadikan anda termasuk orang-orang yang
mendengarkan nasehat dan mengikuti jalan yang baik.
1. Hijab
itu hendaknya menutupi seluruh badan, dari atas kepala, sampai di bawah
mata kaki, kecuali bagian-bagian yang dikecualikan oleh syariat.
2. Hendaknya jilbab itu luas dan longgar, sehingga tidak nampak bentuk tubuh dan anggota-anggota badan.
3. Kain jilbab itu harus tebal, sehingga tidak menampakkan warna kulit atau yang lainnya.
4. Tidak bersifat menghias tubuh yang menarik pandangan pria, karena
tujuan jilbab itu sendiri adalah untuk menutupi keindahan tubuh.
5. Tidak menyerupai pakaian pria.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.
7. Tidak menyolok dan menarik pandangan orang.
8. Tidak memakai pewangi atau minyak wangi yang tercium baunya.
Demikianlah syarat-syarat jilbab yang Syar�i, yang masing-masing ada
dalilnya baik dari Al Qur�an maupun Sunnah, dan sengaja tidak saya
cantumkan supaya tidak terlalu panjang pembahasannya.
Untuk
lebih jelasnya, saya sarankan anda membaca dengan teliti kitab �Hijabul
Mar�atul Muslimah menurut Al Qur�an dan As Sunnah� yang ditulis oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, semoga Allah memanjangkan umur
beliau, karena banyak manfaatnya bagi kaum muslimin. (Beliau
rahimahullah sudah wafat, semoga ruhnya ditempatkan bersama para syuhada
dan shalihin, amin, pent).
Referensi: Buku “Membina
Keharmonisan Berumah Tangga Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bahaya
Emansipasi Wanita” Hal. 23-28 Penerbit Cahaya Tauhid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar