Senin, 02 April 2012

MENGHALALKAN SEGALA CARA..

Orang yang melakukan kesalahan..akan dikatakan melanggar hanya apabila orang tersebut masuk dalam kategori tahu..sengaja dan tidak terpaksa...
Jika seseorang melanggar tapi tidak tahu..misalnya orang yang baru ma...suk Islam.. tidak tahu bahwa merokok membatalkan puasa..kemudian pada saat mulai ikut berpuasa ia merokok..maka tidaklah dia dihukumi melanggar...
Hanya setelah diberitahu,..hukum melanggar berlaku baginya...

Hanya sekarang banyak kesalahan yang dilakukan..ingkar terhadap perintah Allah dan melanggar larangan justru bukan disebabkan ketidaktahuan...

Bahkan pengetahuan banyak..tapi tidak mau tahu...

- Seorang gadis mengaku Islam..tapi tidak mengenakan jilbab...lalu temannya menasehatinya...
Gadis itu pun beralasan..
“ Yang pentingkan saya berpakaian sopan dan berbuat baik sesama manusia”..

Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman..
Katakanlah kepada wanita yang beriman..“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya..kecuali yang (biasa) nampak daripadanya..
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya..kecuali kepada suami mereka….(Q.S 24:31)

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu..anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin..
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”...
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal..karena itu mereka tidak diganggu..Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang (Q.S 33:59)..



- Sekelompok wanita sedang ngerumpi dan menggosip tentang si A dengan asyiknya..kemudian seorang wanita yang ‘alim menasehati mereka...
Kemudian mereka beralasan..
“Loh yang kami ceritakan ini kenyataan..memang si A itu orangnya sombong dan jelek lagi”..



- Sepasang kekasih sedang pacaran bermesraan di tempat gelap..
Sang pria merayu si gadis untuk berbuat mesum..lalu si gadis menolak dan memberitahukan akibat buruk dari tindakan itu..
Kemudian sang pria berlasan..
“Tenang sayang..aku tidak akan menikahimu”...



- Seorang pelajar mendatangi paranormal tentang nasibnya di masa depan..
Lalu temannya menasehatinya untuk tidak mempercayai paranormal tersebut..
Namun dia beralasan..
“Aku kan cuma bertanya dan cuma menguji kehebatan dan kebenarannya..bukan beriman kepadanya ”..


- Seorang pedagangsedang sakit hati dengan pedagang lainnya yang lebih laris darinya..lalu dia berniat untuk meracuni saingannya itu sampai mati...
Kemudian istrinya menasehatinya...
Pedagang itu pun beralasan..
“Tenang aku akan melakukannya sembunyi-sembunyi.. ini untuk kesuksesan karirku sebagai pedagang mi dan kebahagiaanmu juga sayang”..



- Ketika Adzan berkumandang..seseorang masih sibuk dengan Facebooknya...
Lalu ibunya menasehatinya..
kemudian ia beralasan..
“ Bentar lagi ma..Waktu sholat masih panjang kog...nanti juga pasti shalat..”..



- Segerombolan anak muda sedang gila-gilaan memainkan musik dan nyanyian-nyanyian cengeng dan mengumbar syahwat.. lalu seorang ‘alim menasehati mereka...
Kemudian mereka beralasan..“Musik kan tak ada dosanya dalam Islam”..

Padahal Allah Azza wa Jalla berfirman..
Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” (Q.S Luqman : 6)..

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda..
“Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina.. kain sutera..khamr dan alat musik” (H.R Bukhari)..



- Beberapa orang sedang asyik membaca zodiac..serta bergurau dengan sesamanya seolah-olah itu akan terjadi...Kemudian seseorang menasehati mereka.. dan mereka pun beralasan..
“ Hei kami kan cuma main-main..kami bukannya percaya dengan beginian”..

Padahal Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda..
“Ramalan mujur-sial adalah syirik..(Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian..tapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal”. (HR. Bukhari dan Muslim)


Jika nafsu sudah berkuasa..maka hasratpun mengembara...

Orang yang berakal baik akan memikirkan ayat-ayat ini..

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya...Sesungguhnya pendengaran..penglihatan dan hati..semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”..
(Q.S Al-Israa’: 36)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”..
(Q.S: Ali Imran:190)

Katakanlah..“Tidak sama yang buruk dengan yang baik..meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu..maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal.. agar kamu mendapat keberuntungan” (Q.S: Al-Maidah:100)

Wallahu A’lam.

Ya Allah..
Tunjukkanlah kami yang benar itu benar dan kuatkan kami untuk melaksanakannya..
Dan tunjukkan kami yang salah itu salah dan kuatkan kami untuk menghindarinya.. Aamiin..

❀::Risalah Untukmu, Saudaraku...::❀


Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan.

Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup didunia,
... betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia,

Dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda.
Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari. Allah ta’ala berfirman,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah Azza wa jalla untuk dihisab seluruh amalannya. Allah ta’ala berfirman,

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah” (QS. Al Baqarah: 281)

Hari yang sering terlupakan,
hari yang paling akhir, hari di mana kerongkongan tersekat.
Tiada hari setelahnya dan tidak ada yang semisal dengannya.


Itulah hari yang dahsyat dan telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, Hari kiamat, pertemuan yang telah dijanjikan.

Namun sebelum itu, ada waktu di mana setiap manusia berpindah dari kampung yang penuh tipu daya menuju kampung abadi sesuai dengan amalannya.

Pada waktu itu, manusia akan melayangkan pandangannya yang terakhir kali kepada anak dan kerabatnya, dirinya akan memandang dunia ini untuk kali yang terakhir.

Di saat itulah, tanda-tanda sekarat akan nampak di wajahnya. Muncul rasa sakit dan tarikan nafas yang teramat dalam dari lubuk hatinya.

Di waktu itu, manusia akan mengetahui betapa hinanya dunia ini. Di waktu itu, dirinya akan menyesali setiap waktu yang telah disia-siakannya. Dirinya akan memanggil, “Wahai Rabb-ku!”,

“Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mu’minuun: 99-100)


Di waktu itulah, kebinasaan dan kematian akan menjemputnya. Malaikat maut akan menghampirinya seraya memanggil dirinya.

"Duhai! Apakah yang akan dia serukan? Seruan menuju surga ataukah seruan menuju neraka?!!

Ketahuilah, sesungguhnya pengasingan yang hakiki adalah pengasingan dalam lahad tatkala diri diliputi kain kafan. Tidakkah kita membayangkan bagaimana diri diletakkan di atas dipan,

Sekarat semakin keras dialami dan kematian menarik ruh di setiap urat. Kemudian ruh tersebut kembali menuju kepada Pencipta-nya. Alangkah dahsyatnya kejadian itu!

jasad diturunkan ke dalam kubur. Sendirian, tanpa seorang pun yang menemani.
Di sanalah seorang akan merasakan keterasingan dan ketakutan yang teramat sangat.

Dalam sekejap, hamba akan berpindah dari kampung yang hina menuju negeri yang dipenuhi kenikmatan jika dirinya termasuk seorang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal yang shalih.

Atau sebaliknya, dia akan menuju negeri kesengsaraan dan dipenuhi azab yang pedih, seorang yang senang mendurhakai Allah Sang Pencipta.

Sisi kehidupan dunia yang menipu telah dilipat, dan nampaklah di hadapan hamba ketakutan di hari kebangkitan. Hiburan dan kesenangan berlalu, dan yang tersisa hanyalah kelelahan (di hari berbangkit).


Demikianlah, dunia dan seisinya berlalu dan berakhir sedemikian cepatnya.Ruhnya kembali kepada penciptanya dan berpindah menuju kampung akhirat dengan berbagai keadaannya yang begitu menakutkan.

Dalam sekejap, seorang singgah di awal persinggahan akhirat dan menghadapi kehidupan yang baru. Entah itu kehidupan yang bahagia, atau kehidupan yang mengenaskan. Wal ‘iyadzu billah..

Saudaraku, rehatlah sejenak dan mari berintrospeksi diri!

Sungguh diri yang teramat lemah untuk memikul dan menahan azab-Nya. Gunung yang tinggi lagi kokoh jika dilabuhkan sejenak di neraka, maka dia akan meleleh dikarenakan panasnya yang teramat sangat.

Lalu, bagaimana dengan diri ini, wahai manusia yang lemah?

Kita mungkin dapat sabar menahan lapar dahaga, menahan derita musibah dan beban hidup. Namun, demi Allah, Zat yang tiada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, kita tidak akan mampu bersabar dalam menahan azab neraka.

Sumber : muslim.or.id
Semoga bermanfaat untuk renungan diri, dipersilahkan yang ingin tag atau share..

`*.¸.*´-°
¸.•´¸.•*¨) Uhibbukum Fillah
(Keep istiqomah wa hamasah♥
。*¯`♥*•.¸,¤°\•*´♥¯゚・♥..:*`*.¸.

Minggu, 01 April 2012

Kemuliaan...

Pemuda dan Serambi Masjid

Sejatinyalah, masjid adalah rumah yang begitu agung dan mulia untuk beribadah kepada-Nya. Tempat persinggahan jiwa-jiwa beriman yang senantiasa merindukan ketenangan. Menjadi bahtera keselamatan bagi insan-insan yang takut kepada Allah.
Pernahkah membaca atau mendengarkan cerita tentang pemuda dan serambi masjid?kisah seorang pemuda yang teguh menjalankan kebaikan, bahkan menjadi ujung tombak dalam melakukan aktivitas kebaikan. Mereka menyemarakkan masjid dengan shalat berjamaah, mengadakan kajian, menyelenggarakan kegiatan social, mengajar anak-anak TPA, dan berdakwah pada para pemuda lainnya. Para pemuda inilah yang meneguhkan hati, yang membuat siapapun yang cinta agama Allah merasa tenang dengan masa depan, mereka para pemuda yang dibina dalam naungan masjid, rumah-rumah Allah. Mereka tumbuh besar dalam ketaatan pada Allah.
Pemandangan keramaian masjid di desa saya masih sangat memprihatinkan. Pemuda-pemuda semakin terkikis semangatnya untuk memakmurkan masjid. Hanya bulan tertentu saja mushola dirumah ramai akan pemuda, tentu saja dibulan ramadhan. Tiga hari setelah ramadhan pergi, sangat sepi sekali mushola ini. Kembali seperti hari-hari biasanya, yaa biasa hanya beberapa jamaah yang masih istiqomah untuk melaksanakan shalat di mushola ini. Dulu masih banyak simbah-simbah yang shalat, tapi satu per satu mbah-mbah telah dipanggil Allah. Seharusnya kan kata pepatah “Mati satu tumbuh seribu?”, satu generasi hilang akan muncul banyak generasi muda, tapi jauh berbeda dengan kenyataan sebenarnya.
Beginikah keadaan pemuda desa yang memprihatinkan?banyak orang yang biasanya berkata demikian “wah, kalau orang desa biasanya alim-alim ya nduk pemudanya?” ingiin sekali melihat kenyataan itu di desa saya.
“Tidaklah seseorang menjadikan masjid untuk shalat dan berdzikir, melainkan Allah akan gembira kepadanya sebagaimana kegembiraan seseorang yang kehilangan teman-temannya apabila teman-temannya datang menemuinya”(Riwayat Ibnu majah, dishahihkan Al Albani).

Teringat kata-kata bapak, “kalau punya anak laki enak nduk, bapak ada yang ngganti adzan”, terkagum juga dengan semangat bapak, terkadang sehari hanya beliau yang adzan, dari subuh sampai isya, dan subuh pun hanya beberapa gelintir jamaah saja yang datang :-D . semoga para pemuda diberi kesadaran dan niat yang kuat untuk bisa memakmurkan masjid-masjid. Siapa lagi jika bukan pemuda yang menjadi ujung tombaknya, yang masih diberi kuat fisik untuk melaksanakan segala aktivitas.
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”
(At Taubah:18)
Dan tidaklah kita ingin menjadi salah satu generasi yang disebutkan Rasulullah , “… dan seseorang yang hatinya selalu terkait dengan masjid ..”
(Muttafaq’alaih)

Inti hidup ini

Lembaran Baru

Saudaraku, hadapkan diri sepenuhnya pada Allah Ta’ala. Lembaran-lembaran yang ada dihadapmu masih dalam keadaan putih, tanpa goresan. Berhati-hatilah jangan sampai kita nodai kembali, perbanyaklah dzikir untuk mengingat Allah dan istighfar memohon ampunan pada-Nya. Semoga lembaran-lembaran yang baru menjadi titik yang lebih baik untuk kita semua dalam perjalanan mendekatkan diri pada-Nya. amiin …

Alhamdulillah…, terimakasih ya Rabbi atas indahnya hidup ini dan atas nikmat yang telah engkau berikan. Rasa syukur sudah seharusnya selalu saya panjatkan kehadirat Mu, teristimewa untuk hari ini karena hari ini bisa memulai lembaran baru ditahun baru bagi umat muslim sedunia.
Ya Allah yang Maha Kuasa, Kau ciptakan Manusia termasuk, dengan penuh kemuliaan, tetapi kenapa saya jalani hidup ini  dengan kenistaan.
Hijrah ditahun lalu masih jauh sekali dari kekurangan, saya sadar ya Allah, saya masih sering melakukan dosa…
Saat mendengar adzan dan masuk waktu sholat terkadang masih sering menunda sholat dengan menyibukkan diri dengan urusan diniawi, lebih mementingkan pekerjaan.
Saat bersedekah masih ada yang memberatkan dalam hati, masih memilih-milih lembaran uang ketika akan dimasukkan ke kotak infaq, padahal rejeki itu sudah ada yang metetapkan untuk saya Allah.
Puasa sunah ?? terkadang masih terlalai, lupa akan waktu yang telah Engkau berikan
Membaca Al Qur’an, hanya lembaran-lembaran yang terbaca dan belum bisa mentadzaburi isi-isi yang terkandung didalamnya. sepertinya hanya rutinitas yang saya jalnkan
Qiyamul Lail… terkadang masih belum saya dapatkan kekhusu’annya ya Allah,..

Ya Allah… saya memang tidak semulia pada saat Engkau ciptakan, tetapi apakah saya masih dapat Engkau berikan kesempatan untuk terus berusaha mendapatkan kemuliaan itu kembali dihadapanMu sampai di akhir hidup ini?
Ya Allah berilah  kesempatan untuk memperbaiki diri ini, berikan saya  kesempatan untuk lebih mendekatkan diri ini padaMU ya Rabbi… berikan saya petunjuk agar  selalu berada pada jalanMu yang engkau ridhoi.
Ya Allah  kini waktu sudah terganti, Engkaulah sandaran napas hamba, peganggam hamba, tempat hamba menggantungkan sejuta asa, saya memohon dengan segenap kerendahan hati, dengan segala kepasrahan maka jadikanlah ruang dan waktu yang akan hamba lewati kedepan adalah ruang yang penuh dengan ibadah, waktu yang penuh dengan asma-Mu yang maha indah …
Salam Maal Hijrah 1432 H
Semoga bisa menjadi muslimah yang lebih baik dari kemarin, amiin :-D

Bangkit dari Keterpurukan

Berbenah Diri

Bismillah..
Ya Allah, memang banyak sekali kekurangan pada pribadi ini.
Kadang masih terlena dengan pujian, terlalu banyak pujian yang terlontar justru akan melemahkan hati ini.
Teledor, tidak bisa memanaje sesuatu, semuanya ingin serba instan, ingin segera seleasi tetapi kurang memperhatikan proses, tujuan utama, dan esensi dalam diri
Banyak lupa, lupa adalah fitrah manusia, tapi terlalu banyak lupa bisa menjadikan orang lain terdzolimi, bahkan hak-hak pada diri sendiri yang seharusnya terpenuhi, bisa HILANG karena LUPA
Mengeluh, mengeluh karena tugas, amanah, dan banyak hal, seakan diri inilah yang paling banyak mendapatkan pekerjaan itu
Membuang waktu, seakan waktu masih kita miliki tak berfikir entah kapan batas hidup ini. Membuang yang telah lewat dengan begitu saja.
Ambillah hikmah dari setiap kejadian
Teringat kisah dari sebatang pensil,  sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga manusia, kita harus selalu sadar dan waspada karena apa pun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan dan goresan. Maka berhati-hatilah dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Sehingga, goresan yang kita tinggalkan akan menjadi guratan yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain.”

Tak lupa, saat melakukan berbagai kesalahan, kita belajar berbenah diri untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Saat kita maju, tak lupa untuk tetap belajar semoga apa yang telah dan akan kita pikir, ucapkan, dan perbuat, mampu bermanfaat untuk orang lain.

Saat kita masih kecil, saat kita melakukan suatu kesalahan, atau keteledoran yang mungkin akan membahayakan diri atau pun orang lain, ibuk selalu memarahi, memberikan segala nasihat agar tidak melakukan hal itu lagi, tetapi saat kita sudah berinjak dewasa apapun yang kita lakuakan adalah pilihan kita, seorang ibu tak selama nya berada disamping kita yang selalu mengatakan ini benar dan ini salah, tapi hati masing-masing yang menjadi ratunya.

Berbenah diri dimulai dari hari ini…
Sampai waktu yang tidak ditentukan…
Wahai Dzat Yang Menggenggam jiwa-jiwa kami,
Bersamai kami dalam pembenahan diri ini,
Agar berbenah kami selalu pada apa yang Engkau inginkan atas kami..amiin..

Sentuhan Hati

Jangan Ambil Penglihatanku

Tidaklah mengapa jika mata ini buta, tapi jangan sampai hati ini mati dan ikut buta pula. Karena jika hati kita yang buta, kita tidak akan pernah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga dapat menejerumuskan kita.

“De, besok kita kerumah bu Wal yuk, silaturahim sekalian jenguk beliau”, ajak kakak beberapa hari yang lalu. Bu wal salah seorang guru SD sekaligus guru TPA saya sewaktu kecil. Mungkin saya mengenal beliau sejak usia sebelum TK karena sering ikut kakak mengaji meskipun hanya ikut-ikutan saja. Terakhir bertemu beliau mungkin libur semester yang lalu, saat saya berkunjung di TPA. Setelah masuk di perguruan tinggi dan merantau di Semarang, sangat jarang sekali menjenguk ke TPA, karena memang hari TPA kamis dan ahad sore dan waktu-waktu itu harus ada di Semarang jika tak libur panjang.
Maha suci Allah yang telah menciptakan kita dengan segala kesempurnaannya, namun manusia seringkali tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan.
Ternyata beliau sekarang sudah tak bisa melihat, Innalillahi. “Bu, ini Erma, masih ingat kan?”, sambil mencium tangan beliau. “Alhamdulillah ya masih ingat, kog nggak pernah main sekarang nduk?” jawab beliau sambil mengelus pundak saya. Beliau lah yang mengajarkan saya mengeja huruf dan angka sewaktu kelas satu SD, beliau lah yang membantu saya mengeja alif, ba’, ta’ dan sekarang beliau sudah tak dapat melihat lagi. Maha suci Allah yang telah menciptakan kita dengan segala kesempurnaannya, namun manusia seringkali tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan.
Terkadang kita baru merasakan nikmat itu ketika nikmat itu hilang, seperti hal nya kesehatan, begitu pula dengan  nikmat penglihatan. syafakillah Bu..semoga selalu diberikan kesabaran dan kekuatan oleh Allah.
Ya Allah .. jangan ambil penglihatan saya,,,
Saya masih ingin mengagumi indah nya penciptaan Mu,,
Tapi jika mata ini Engkau butakan, semoga hati ini tidak ikut mati..
Jadikan hamba Mu ini, menjadi makhluk yang selalu bersyukur atas pemberian Mu ya Allah..

Kamis, 22 Maret 2012

Tentang Hati Sang Kekasih ...

MANTAPKAN ROHANI KITA

Untuk santapan rohani kita semua...
renungkanlah........
 1) Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu
perbuatan baik walaupun hanya sekadar senyuman.
 2) Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah
kapal yg belayar di lautan
telah ramai kapal karam didalamnya.. andai muatan
kita adalah iman, dan
layarnya takwa, nescaya kita akan selamat dari
tersesat di lautan hidup ini.
 3) Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu
tetap hidup dalam kenangan.
 4) Setiap yang kita lakukan biarlah jujur kerana
kejujuran itu telalu
penting dalam sebuah kehidupan. Tanpa kejujuran
hidup sentiasa menjadi mainan orang.
 5) Hati yg terluka umpama besi bengkok walau diketuk
sukar kembali kepada bentuk asalnya.
 6) Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam
kemiskinan harta ada
kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan
ilmu.
 7) Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh
dengan ketenangan dan 
keamanan. Hidup tanpa pegangan ibarat buih-buih
sabun. Bila-bila masa ia akan pecah.
 8) Kegagalan dalam kemuliaan lebih baik daripada
kejayaan dalam kehinaan.
Memberi sedikit dengan ikhlas pula lebih mulia dari
memberi dengan banyak tapi diiringi dengan riak.
 9) Tidak ada insan suci yang tidak mempunyai masa
lampau dan tidak ada insan
yang berdosa yang tidak mempunyai masa depan.
 10) Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati
yang lebih keras dari batu.
Tetapi kata-kata yang kasar dapat mengasarkan hati
yang lunak seperti sutera.
 11) Lidah yang panjangnya tiga inci boleh membunuh
manusia yang tingginya enam kaki.
12) Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi
manusia yang selalu mengecewakan agama.
 13) Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar
rupanya. Akal 
mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan
kepintarannya. Dan
hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar
akhlaknya.
 14) Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam di atas
batu yang hitam di
malam yang amat kelam. Ianya wujud tapi amat sukar
dilihat.
 15) Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan
memerlukan perjuangan.
Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan
memerlukan keyakinan.