Pemuda dan Serambi Masjid
Sejatinyalah, masjid adalah rumah yang begitu agung dan mulia untuk beribadah kepada-Nya. Tempat persinggahan jiwa-jiwa beriman yang senantiasa merindukan ketenangan. Menjadi bahtera keselamatan bagi insan-insan yang takut kepada Allah.
Pernahkah membaca atau mendengarkan
cerita tentang pemuda dan serambi masjid?kisah seorang pemuda yang teguh
menjalankan kebaikan, bahkan menjadi ujung tombak dalam melakukan
aktivitas kebaikan. Mereka menyemarakkan masjid dengan shalat berjamaah,
mengadakan kajian, menyelenggarakan kegiatan social, mengajar anak-anak
TPA, dan berdakwah pada para pemuda lainnya. Para pemuda inilah yang
meneguhkan hati, yang membuat siapapun yang cinta agama Allah merasa
tenang dengan masa depan, mereka para pemuda yang dibina dalam naungan
masjid, rumah-rumah Allah. Mereka tumbuh besar dalam ketaatan pada
Allah.
Pemandangan keramaian masjid di desa
saya masih sangat memprihatinkan. Pemuda-pemuda semakin terkikis
semangatnya untuk memakmurkan masjid. Hanya bulan tertentu saja mushola
dirumah ramai akan pemuda, tentu saja dibulan ramadhan. Tiga hari
setelah ramadhan pergi, sangat sepi sekali mushola ini. Kembali seperti
hari-hari biasanya, yaa biasa hanya beberapa jamaah yang masih istiqomah
untuk melaksanakan shalat di mushola ini. Dulu masih banyak
simbah-simbah yang shalat, tapi satu per satu mbah-mbah telah dipanggil
Allah. Seharusnya kan kata pepatah “Mati satu tumbuh seribu?”, satu
generasi hilang akan muncul banyak generasi muda, tapi jauh berbeda
dengan kenyataan sebenarnya.
Beginikah keadaan pemuda desa yang
memprihatinkan?banyak orang yang biasanya berkata demikian “wah, kalau
orang desa biasanya alim-alim ya nduk pemudanya?” ingiin sekali melihat
kenyataan itu di desa saya.
“Tidaklah seseorang menjadikan masjid
untuk shalat dan berdzikir, melainkan Allah akan gembira kepadanya
sebagaimana kegembiraan seseorang yang kehilangan teman-temannya apabila
teman-temannya datang menemuinya”(Riwayat Ibnu majah, dishahihkan Al
Albani).
Teringat kata-kata bapak, “kalau punya
anak laki enak nduk, bapak ada yang ngganti adzan”, terkagum juga dengan
semangat bapak, terkadang sehari hanya beliau yang adzan, dari subuh
sampai isya, dan subuh pun hanya beberapa gelintir jamaah saja yang
datang
. semoga para pemuda diberi kesadaran dan niat yang kuat untuk bisa
memakmurkan masjid-masjid. Siapa lagi jika bukan pemuda yang menjadi
ujung tombaknya, yang masih diberi kuat fisik untuk melaksanakan segala
aktivitas.
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”
(At Taubah:18)
Dan tidaklah kita ingin menjadi salah
satu generasi yang disebutkan Rasulullah , “… dan seseorang yang hatinya
selalu terkait dengan masjid ..”
(Muttafaq’alaih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar