Umur telah termakan waktu dalam
kehidupan ini. Sudahkah kita lakukan yang terbaik untuk kehidupan ini. Atau
dalam hidup hanyalah perjalanan mencapai kesuksesan diri saja. Pernahkah kita
berfikir untuk intropeksi diri menyiapkan di kehidupan setelah dunia ini. Dunia
yang kita tepati tidak kah ada ketahui kapan kita kan pergi menuju kehidupan
hakiki. Ada pepatah orang jawa berkata "urip mung mampir ngombe", ya
itulah kita sedang duduk istirahat di dunia mempersiapkan perbekalan untuk
perjalanan selanjutnya setelah mengisi bekal. Apakah demikian pula kita lakukan
demi kehidupan yang sesaat ini, tentu tidak hati kecil berkata. Hidup hanya
Dia-lah yang tahu kemana kita kan bersandar. Atau kita tlah lupa dan terlena
dengan kehidupan yang fana ini.
Sobat,... perjalanan kita belum
lah usai, masih banyak amalan yang perlu kita persiapkan. Kelak telah datang di
hari yang kita nanti. Mari kita kembali kepada-Nya, sadarkan jiwa kita hanya
untuk-Nya. Manusia tidak lah luput dari salah, kesalahan-kesalahan telah
membenamkan diri ini jauh ke lembah kegelapan yang penuh dusta. Sadarkah kita
umur kita telah sampai kan menginjak waktunya, memang kita tdak lah tahu sampai
kapan alunan detak jantung kan berhenti. Tak ada yang abadi, salah satu lagu
peterpan liris menyadarkan kalau kita lah harus bangkit untuk menuju-Nya.
Hidup... di kehidupan dunia pasti kan kita lewati, kadang tidak sadari waktu
telah terlewat begitu saja di depan kita. Usia telah menuntun kita untuk
kembali kepada-Nya, akan kah atau mungkin kah kita menjadi kan dunia hanyalah
untuk kesenangan semata.
Tentulah banyak tanda tanya yang
menginggapi diri ini, yang tak mungkin mengulang kembali waktu yang telah
terlewat dengan kehidupan fana. Pernahkah sadari detak jantung kan berhenti,
hela nafas telah hilang. Dunia terasa sepi, alunan ayat suci terdengar, suara
tangis yang mengiri kita. Kehidupan terasa terhenti sejenak saat kita sadari
telah pergi dari dunia ini.
“Duh ... Gusti Allah, kulo nyuwun
pangapuro... “
Kata yang terucap saat telah
datang waktu untuk kita.
Kawan sebagai insan dunia, kita
sadari setiap kalifah dunia telah mempunyai perjalanan dirinya masing-masing
yang tlah di tentukan oleh-Nya.
Mari kawan muhasabah kan jiwa
kita hanya kepada-Nya. Di hari yang dimana semua insan berkumpul merayakan
perayaan di seluruh dunia, tentu lah hal tersebut menyayat hati kecil kita.
Yang dimana telah bertambahnya usia kita di awal tahun ini, dengan demikian apa
yang akan kita pertanggung jawab kan kepada-Nya. Ku titip risalah kepada engkau
kawan mari kita bangunkan kawan-kawan kita yang tlah terlena dan sakit akan
dunia ini. Sebagai insan mujahid dan mujahidah Islam tentulah perjalanan ini belum
usai, perlu kita perbaiki dengan seizin Allah, kita tegakkan kembali Islam di
hati kita semua dan kawan-kawan kita semua. Dan tentunya tetaplah berusaha menjadi
insan yg terbaik di sisi-Nya.
Selamat Tahun 2013, semoga
menjadi tahun kebangkitan muslim muda islam. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar