Selasa, 31 Januari 2012

18 Amalan Penghias Hati Orang Mukmin Sejati

http://www.jahabersa.com.my/files/imagecache/product/PJ-0100L.jpg
Amalan-amalan Penghias Hati 

Upaya untuk memperbaiki amalan hati termasuk hal yang sangat penting dan kewajiban yang sangat ditekankan serta merupakan taqarrub dan ketaatan yang mulia dalam agama kita.
Seorang ulama yang bernama Ahmad bin Hasd ditanya, amalan apakah yang paling afdhal, beliau menjawab: “Apabila seseorang berusaha menjaga rahasianya, menjaga hati dan jiwanya agar tidak berpaling dari Allah SWT” Sepantasnyalah setiap muslim untuk selalu memperhatikan hatinya, berusaha memperbaiki hatinya, menegakkan hatinya untutk senantiasa berada ditempat-tempat yang dicintai dan diridhoi oleh Allah SWT serta menghilangkan dan membersihkan hati dari segala hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.Amalan-amalan hati itu banyak macamnya, di antaranya:
  • Mengikhlaskan agama dan ketaatan kepada Allah SWT.
  • Selalu bersifat nasehat dan setia kepada Allah SWT, begitu juga kita hendaknya selalu memberi nasehat kepada para hamba-hamba Allah, berbuat baik pada mereka dan hendaknya kita selalu membersihkan hati kita terhadap manusia dari segala macam sifat dengki, iri hati dan lain-lain.
  • Selalu berusaha untuk menghadirkan rasa takut dalam berdzikir kepada-Nya. Mengkhusyu’kan hati kita pada saat mendengarkan ayat-ayat Allah sebagaimana firmanNya dalam surah Al-Anfal ayat 2.
  • Bagaimana kita memantapkan rasa tawakkal kita pada Allah SWT kita menyandarkan diri sepenuhnya kepada Allah Segala urusan, kita serahkan pada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah QS. Mu’min ayat 44 “…. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah, sesungguhnya Allah maha melihat akan hamba-hambanya”.Ada seorang ulama mengatakan bacaan ini bagus dijadikan do’a apabila kita merasakan ada ancaman-ancaman yang membahayakan . Termasuk juga bacaan yang bagus dibaca, saat rasa takut menimpa kita ialah: “Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik pelindung”. Begitu juga pada saat kita merasa kesukaran, kehidupan yang sempit, atau urusan kita selalu sukar atau sulit, bacaan yang bagus dibaca adalah doanya nabi Yunus ketika dia berada didalam perut ikan. Artinya :”Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim “(QS.Al-Anbiya:82). Ada seroang sahabat bertanya; Ya Rasulullah, apakah do’a ini hanya diperuntukkan kepada Nabi Yunus ? Rasulullah bersabda : Bahasanya do’a ini untuk semua orang-orang beriman. Jadi amalan hati yang baik adalah tawakkal. Dalam sebuah kitab : Tawakkal ibarat seekor kuda yang diberikan beban yang berat, lalu ia hanya bisa duduk dan diam tidak bisa bergerak, dia hanya pasrah kepada tuannya, begitulah seharusnya kita terhadap Allah SWT, pasrah dan berserah diri pada-Nya. “Tiada daya dan kekuatan hanya milik Allah” “Siapa yang benar-benar bertawakkal pada Allah, maka Allah cukuplah baginya”. Tapi disini juga kita dianjurkan untuk berusaha terlebih dahulu, sebelum bertawakkal.
  • Takut pada Allah diwaktu sendiri, maupun ditengah-tengah orang banyak.
  • Ridho pada Allah, Tuhan kita ; Islam sebagai agama kita dan Muhammad sebagai Nabi dan utusan Allah. Menerima semua aturannya dan segala konsekuensinya dengan hati yang ridho.
  • Kesiapan kita untuk menderita dengan penderitaan seberat-beratnya, itu lebih baik kita pilih dari pada kafir terhadap Allah.
  • Perasaan seorang hamba yang selalu merasa dekat pada Allah.
  • Selalu merasa adanya kehadiran Allah disetiap kehidupannya, contoh: ketika Nabi Yusuf dipenjara, beliau tidak pusing atau benci, malahan dia berdakwah dalam penjara, karena dia merasa kehadiran Allah disetiap waktu dan hidupnya. Tapi kita juga tidak boleh berfaham (dari kalimat Allah itu dekat) bahwa Allah dimana-mana, maksud dari Allah itu dekat bukan zatnya tapi ilmunya, penglihatannya, pengawasannya. Adapun Allah itu Maha Tinggi dan tidak ada satupun diatasnya.
  • Lebih memilih kecintaan kepada Allah dan RasulNya, dari pada kecintaan selain keduanya.
  • Cinta karena Allah dan benci karena Allah. Dalam satu hadits Nabi menyatakan: Ada 3 hal, jika ke-3nya dimiliki maka kita akan merasakan manisnya beriman, yaitu: ” Ia mengutamakan lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. ” Mencintai seseorang/sesuatu karena Allah. ” Ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci dilemparkan kedalam neraka.
  • Memberi karena Allah dan menahan karena Allah.
  • Segala gerak kita, diam kita selalu diperuntukkan karena Allah dan kelapangan hati kita dalam mentaati Allah baik berupa harta, badan dan tenaga kita.
  • Merasa senang dan gembira kalau sempat melakukan kebaikan dan perasaan sedih jika ia melakukan dosa dan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Siapa yang memiliki sifat ini, maka ia telah memiliki bibit keimanan dalam hatinya.
  • Sifat hati yang sangat mulia, kalau seseorang itu selalu memberikan kepeduliaan kepada orang-orang beriman baik harta maupun tenaga. Siapa-siapa yang mempunyai perasaan sedih atas penderitaan orang-orang beriman, ini berarti tanda-anda adana keimanan dalam hatinya.
  • Sifat hati yang mulia; banyak perasaan malunya, terutama malu melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan. ” Malu termasuk bagian dari iman. ” Iman dan malu selalu bergandengan.
  • Akhlak yang baik (khusnul Khuluk), amalan hati yang sangat baik dimana dia mencintai orang lain seperti dia cintai pada dirinya sendiri.
  • Merasa kecewa jika ada perbuatan maksiat yang dilakukan ditengah-tengah kita, juga kita tidak condong/berpijak/mengidolakan orang-orang kafir. Dalam suatu hadits Nabi bersabda : “Seseorang itu bersama idolanya di akhirat, maka jadikanlah idola kita Rasulullah, sahabatnya dan orang-orang shaleh, siddiqin, syuhada”. Inilah amal-amal yang selalu menjadi pusat pandangannnya Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Dalam satu hadits Nabi : “Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk tubuh kamu, roman muka kamu, tetapi yang Allah pandang adalah hati kamu”. Perkataan ulama bernama Abu Hafsah : ” Apabila engkau duduk dihadapan manusia, maka hendaklah kamu menasehati hati kamu, jangan kamu tertipu dengan banyaknya oang dihadapan kamu, karena sesungguhnya mereka itu hanya melihat/memperhatikan kamu secara lahiiahmu, namun Allah selalu melihat hatimu”. Perkataan Umar bin Abdul Azis: “Andaikata kita tidak boleh memberi nasehat, kecuali kalau kita sudah sempurna, maka tidak ada orang yang akan memberi nasehat” Perkataan syekh Ibrahim: “Jangan sampai kita menyatakan kita tidak ingin berda’wah, karena kita belum sempurna, kata beliau; kewajiban kita pada ilmu ada 2 yaitu mengamalkan dan menyampaikan”.
Kesimpulan : Marilah kita berusaha meramaikan hati kita dan memperbanyak dalam hati kita amalan-amalan yang tidak dilihat manusia, tetapi Allah sangat memperhatikan amalan hati itu.




Rujukan:
  • http://www.wahdah.or.id/wis/index.php?option=com_content&task=view&id=333&Itemid=193
  • http://peribadirasulullah.wordpress.com

Senin, 23 Januari 2012

Titik Awal

10 Muwasafat Tarbiyyah

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحَيْم


1)  Sehat tubuh badan (Qawiyyal Jism)
Dakwah adalah berat pada tanggung jawab dan tugasnya, maka di sini perlunya seorang da’ie itu tubuh badan yang sihat dan kuat. Rasulullah saw menitikberatkan soal ini, sabdanya:
Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dikasihi Allah dari mukmin yang lemah, tetapi pada keduanya ada kebaikan.
Kita juga hendaklah sentiasa memeriksa kesihatan diri, mengamalkan riadah dan tidak memakan atau minum suatu yang boleh dan diketahui merusakkan badan.
Mukmin yang sihat lebih di sukai daripada mukmin yang lemah. Makan apabila lapar dan berhenti sebelum kenyang, bersenam sekurang-kurangnya 20 menit 3 kali seminggu. Mengingat asas “self-defence”, menggali kekuatan serta potensi diri.

2) Akhlak yang mantap (Matinul Khuluq)
Akhlak kita ialah Al-Quran dan ianya terserlah pada diri Nabi saw. Telah dijelaskan beberapa unsur oleh Imam Al-Banna dalam kewajipan seorang da’ie yaitu bersifat sensitif, tawadhu’, benar dalam perkataan dan perbuatannya, tegas, menunaikan janji, berani, serius, menjauhi teman buruk dan lain-lain, berlomba berbuat kebajikan dan menjadi contoh orang sekeliling.

3)
 Fikiran yang berpengetahuan luas (Mutsaqqafal Fikri)
Seorang da’ie perlu berpengetahuan tentang dunia Islam dan maklumat am supaya mampu menceritakan kepada orang lain perihalnya di samping perlu bersumberkan kepada Al-Quran dan Hadis serta ulama’ yang thiqah. Pesan Imam Banna:
"Perlu boleh membaca dengan baik, mempunyai perpustakaan sendiri dan cuba menjadi pakar dalam bidang yang diceburi."

Selain itu, seorang da’ie perlu mampu membaca Al-Quran dengan baik, tadabbur, sentiasa mempelajari sirah, kisah salaf dan kaedah serta rahsia hukum yang penting.
Banyak membaca dan menulis, memiliki perpustakaan sendiri, senantiasa belajar sejarah, kuasai kemahiran terkini.


4) Mampu berdikari (Qadiran ala Kasbi)
Seorang da’ie walaupun kaya, perlu bekerja. Tidak mengharapkan kepada orang lain, beretika dalam berkerja, bekerja secara ihsan. Dia juga tidak boleh terlalu mengejar jawatan dalam kerajaan. Dalam keadaan tertentu, meletakkan jawatan dan meninggalkan tempat kerja mengikut keperluan dakwah lebih utama dari gaji dan pendapatan yang diterima. Selain itu, dia hendaklah sentiasa melakukan setiap kerja dengan betul dan sebaiknya (ihsan). Dalam soal kewenangan, menjauhi riba dalam semua lapangan, menyimpan untuk waktu kesempitan, menjauhi segala bentuk kemewahan apatah lagi pembaziran dan memastikan setiap sen yang dibelanja tidak jatuh ke tangan bukan Islam adalah beberapa perkara penting yang perlu dititikberatkan dalam kehidupan.

5) Akidah yang sejahtera (Salimul Aqidah)
Seorang da’ie semestinya redha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir. Sentiasalah muraqabah kepada Allah dan mengingati akhirat, memperbanyakkan nawafil dan zikir serta melakukan qiyamullail. Di samping itu, jangan dilupakan tugas menjaga kebersihan hati, bertaubat, istighfar, menjauhi dosa dan syubhat.

6) Ibadah yang sahih (Sahihul Ibadah)
Seorang da’ie perlu melakukan ibadah yang meninggikan roh dan jiwanya, perlu belajar untuk membetulkan amalannya dan mengetahui halal dan haram dan tidak melampau atau berkurang (pertengahan) atau dengan kata lainnya bersederhana dalam setiap urusan dalam kehidupannya.

7) Melawan nafsu (Mujahadah ala Nafsi)
Seorang da’ie perlu mempunyai azam serta amanah, janji yang kuat untuk melawan kehendak nafsunya dan mengikut kehendak Islam di samping tidak menghiraukan apa orang lain kata dalam mempraktikkan Islam yang sebenarnya. Perlulah diingatkan bahawa dai'e mungkin melalui suasana sukar yang tidak akan dapat dihadapi oleh orang yang tidak biasa dengan kesusahan dan kelalaian.Senantiasa berdo’a dan bertaubat. Memelihara diri dari maksiat dan kelalaian, tidak mambazir, tidur berlebihan, dan makan berlebih

8) Sangat menjaga masa (Haarithun ala Waqtihi)
Sentiasa beringat bahwa waktu, nilainya lebih mahal dari emas, waktu adalah kehidupan yang tidak akan kembali semula. Mengimbau kembali sejarah di zaman dahulu, para sahabat sentiasa berdoa agar diberkati waktu yang ada pada mereka. Menjaga kualiti sholat, bangun awal, sholat di awal waktu, menggunakan masa tertentu untuk belajar, dan mengisi waktu dengan mengingat Allah S.WT.

9)
 Tersusun dalam urusan (Munazzamun fi syu’unihi)
Untuk manfaatkan waktu dengan baik, maka timbulnya keperluan kepada penyusunan dalam segala urusan. Gunakanlah segala masa dan tenaga tersusun untuk manfaat Islam dan dakwah.Tak menangguhkan kerja, tak gopoh dan tergesa-gesa, buat kerja sebaik mungkin, bijak meletakkan prioriti kerja, menjaga penampilan, berdisiplin, berbicara baik atau diam, dan menyempurnakan kerja sebaik mungkin.

10) Berguna untuk orang lain. (Nafi’un li ghairihi)
Da'ie umpama lilin yang membakar diri untuk menyuluh jalan orang lain, dan umpama seperti sebatang pohom kurma, apa pun yang diambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu. Da'ie adalah penggerak kepada dakwah dan Islam. Masa depan Islam, hidup dan terkuburnya Islam bergantung kepada da’ie. Amal Islam seorang da’ie ialah untuk menyelamatkan orang lain daripada kesesatan. Da'ie akan sentiasa merasa gembira bila dapat membantu orang lain. Paling indah dalam hidupnya ialah bila dapat mengajak seorang manusia ke jalan Allah.


Sabtu, 14 Januari 2012

Islam itu indah

---¤¤¤ IKHWAN & AKHWAT SEJATI ¤¤¤---
























IKHWAN SEJATI


Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari BAHUnya yang KEKAR
tetapi dari KASIH SAYANGnya
pada ORANG SEKITAR

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari SUARAnya yang LANTANG
tetapi dari KELEMBUTANnya
mengatakan KEBENARAN

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari JUMLAH SAHABAT di sekitarnya
tetapi dari SIKAP BERSAHABATnya
pada GENERASI MUDA BANGSA

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari bagaimana dia DI HORMATI DI TEMPAT KERJAnya
tetapi bagaimana DI HORMATI di dalam RUMAH

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari KERASnya PUKULAN
tetapi dari BIJAKnya MEMAHAMI PERSOALAN

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari DADAnya yang BIDANG
tetapi dari HATI yang ada di BALIK itu

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari BANYAKnya AKHWAT yang MEMUJAnya
tetapi KOMITMENTnya terhadap AKHWAT yang di CINTAnya

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari JUMLAH UJIAN yang DIBEBANKAN
tetapi dari TABAHnya dia menghadapi LIKU-LIKU KEHIDUPAN

Ikhwan sejati bukanlah di lihat
dari KERASnya membaca AL-QUR'AN
tetapi dari KONSISTENnya dia MENJALANKAN apa yang ia BACA


AKHWAT SEJATI


Akhwat sejati bukanlah di lihat
dari KECANTIKAN PARAS WAJAHnya
melainkan dari KECANTIKAN  HATInya yang ada dibaliknya

Akhwat sejati bukanlah di lihat
BENTUK TUBUHnya yang MEMPESONA
melainkan DI LIHAT bagaimana ia MENUTUPI BENTUK TUBUHnya

Akhwat sejati bukanlah di lihat
dari BANYAKnya KEBAIKAN yang ia BERIKAN
melainkan dari KEIKHLASANnya memberikan KEBAIKAN itu

Akhwat sejati bukanlah di lihat
dari SEBERAPA INDAH LANTUNAN SUARAnya
melainkan dari apa yang sering MULUTnya BICARAKAN

Akhwat sejati bukanlah di lihat
dari KEAHLIANnya BERBAHASA
melainkan dari bagaimana CARA ia BERBICARA

Akhwat sejati bukanlah di lihat
dari KEBERANIANnya dalam BERPAKAIAN
melainkan sejauh mana ia MEMPERTAHANKAN KEHORMATANnya

Akhwat sejati bukanlah di lihat
dari KEKHAWATIRANnya DI GODA orang dijalan
melainkan KEKHAWATIRAN dirinyalah yang MENGUNDANG orang jadi TERGODA

Akhwat sejati bukanlah di lihat
dari SEBERAPA BANYAK dan BESARnya UJIAN yang ia alami
melainkan sejauh mana ia MENGHADAPI ujian itu dengan RASA SYUKUR


Rabu, 28 Desember 2011

Hadiah Syukur Untuk -Mu


Tiap-tiap yang diciptain sama Allah itu hebat. Allah nggak mungkin buat sesuatu yang sia-sia. Percaya deh. Mau bukti ???

Manusia terpendek di dunia, awalnya mereka berpikir untuk apa diciptakan Tuhan sekecil dan sependek itu. Tapi akhirnya, mereka-mereka yang pendek tersebut bisa mensyukuri kekurangannya yang lantas menjadi suatu kesyukuran. Mereka bisa mendapatkan rekor dunia, dianggap orang unik, terkenal. Bukankah begitu...???

Pun sebaliknya manusia yang tertinggi. Di balik ketinggiannya, orang-orang yang di sekitarnya bisa dibuat susah. Mau buat ukuran pakaian yang gede, sandal yang gede, nyiapin makanan yang porsinya lebih besar. Wahh, gawat juga kan??

Dalam surat Ar-Rahman, berkali-kali Allah mengulang kalimat "Maka nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan??"

Apakah kurang, pengertian dan pengajaran yang Allah berikan kepada kita?

Allah ciptakan yang buta, begitu banyak kebaikan padanya. Ia dijauhkan dari maksiat mata yang menuntun pada zina. Ia diberikan kesempatan lebih besar untuk menjadi salah satu penjaga kitab-Nya. Luas samudra waktunya, memberikan kesempatan bagi mereka. untuk berkarya dengan kekurangangannya. Ia bisa besar dengan sabar. Bisa besar dengan kekurangan. Bisa besar dengan syukur. Bukankah Allah lebih sayang pada mereka. Kurangnya mata mereka di dunia, Allah menggantinya sepasang mata indah nan jernih di Surga. Berbahagialah yang buta, Allah berbahagia menunggu anda di surga.

Untuk yang tidak merasakan nikmat pendengaran di dunia, Allah sayang kepada kalian saudaraku. Allah tidak ingin kalian mengetahui kedengkian karena kami saling menghina. Membenci, menoreh cicip-cicip luka pada saudara sendiri. Kalian dijaga Allah mendengar sesuatu yang haram. Andai kalian tahu, dunia ini penuh dengan kata-kata yang tidak ada dalam kamus. Banyak di antara kami yang seenaknya membuat sendiri dan diperdengarkan pada sesamanya. Mereka terlalu bangga.... Mereka senang membuat yang lain terluka. Aku pun terluka bila mendengarnya. Bahkan aku coba pula mendengarkannya pada temanku. Beruntunglah kalian, beruntunglah kalian yang bertelinga, Allah telah menyimpan telinga kalian agar hanya mendengarkan untaian kata para penghuni surga.

Saudara-saudariku yang bisu, hadirkan syukur mu pada Allah. Allah menjaga lisan mu dari berkata yang dusta, kata-kata yang sia, kata yang memancing murka-Nya, kata yang mengandung fitnah. Hei, indah bukan nikmat itu?

Lihatlah kami yang Allah cukupkan nikmat kesempurnaan itu. Mata kami diciptakan indah oleh-Nya. Bukannya kami syukuri dengan melahap kenyang pesan-pesan yang disampaikan-Nya melalui jibril, tapi kami gunakan untuk melahap gambar2 yang memuas nafsu, melihat yang haram, berdecak indah atas senandung alam ciptaan Allah, namun lupa dengan kata "Subhanallah".

Telinga kami pun begitu adanya. Ia penaka stasiun relay yang setiap ada di mana pun, menangkap gelombang elektromagnet dan dibungkus dalam modulasi frekuensi. Mendengar setiap kesalahan sesama, dibungkus dan diberikan pada yang lainnya. Tak ubahnya ia merupakan bekal dalam kotak makanan yang siap di bawa ke sekolah setiap hari. Telinga kami pun entah mengapa selalu siap mendengar lagu-lagu jahiliyah yang ditiupkan orang-orang barat secara perlahan dengan arogansinya. Padahal ada kaset-kaset murattal Al-Qur'an yang bisa memberi percikan-percikan keindahan dalam suaka rahmat dan maghfirah Allah. Selalu saja, dipendam dalam rak-rak kaset sebagai koleksi rumahan.

MasyaAllah, yang satu ini pun, kadang tak terkalahkan peri-nya. "LISAN". Ada yang bilang, karena lidah tak bertulang lah, ataupun sebagainya. Intinya mengisyaratkan kalau ia memang benar-benar berbahaya. Ghibah, fitnah, namimah selalu mendominasi keinginannya untuk dilakukan. Padahal dalam hadits arba'in, kita sudah sering mendengar "...Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam". Kalau kita merujuk kepada hadits ini, apakah kita benar-benar telah dikatakan "Beriman" kepada Allah dan yaumil akhir-Nya?? Sedikit sekali orientasi yang bisa kita berikan melalui karunia Allah yang satu ini. Padahal ada kekuatan luar biasa darinya.

Rasulullah bisa mengubah dunia, bukankah dengan seruannya atas izin Rabb-Nya?? Disamping akhlaq karimahnya.
Syekh Ahmat Deedat, ia adalah seorang kristolog muslim yang berdebat dan mematahkan argumen-argumen musuh islam dengan lisannya.
Guru pun menguraikan ulasan-ulasan ilmunya, agar kelak anak didiknya menjadi seorang yang berguna. Dengan lisan kah???

Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata,
"Hai Muhammad, hiduplah sesuka mu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesuka mu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan
kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain." (HR. Ath-Thabrani)



sumber:http://pengagum-mimpi.blogspot.com/2010/09/petualangan-syawal-ketiga-dan-nikmatnya.html

Ga Nyontek, Siapa Takut...???!!!


Saat saya membuat postingan ini, jujur, belum spenuhnya yg saya laksanakan, tapi keinginan saya agar kita bisa melaksanakannya bersama-sama,,

Pasti ada perasaan kecewa kita, saat mengetahui sekolah yang kita cinta masih dipenuhi oleh budaya yang marak terjadi. Dalam hal ini “Mencontek; Kerjasama,Melihat jawaban orang lain, dsb”. Dan yang lebih menyakitkan lagi para pelakunya sendiri adalah para pelajar yang notabene tahu tentang mencontek lebih jauh.

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda;

“Sesungguhnya Allah itu Maha baik, dan tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para Rasul".

Allah SWT berfirman, “Hai para Rasul, makanlah segala sesuatu yang baik dan lakukanlah pekerjaan yang baik."(QS. Almukminun:51)

Allah SWT jga berfirman,’Hai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik dari yang telah kami rezekikan kepadamu "(QS. Al-Baqarah:172)

Rasulullah bercerita tentang seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a,’Ya Rabb, Ya Rabb,’ Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan perutnya kenyang dengan barang haram, maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan” (HR.Muslim)

Mungkin, belum kita sadari sepenuhnya, akibat dari perbuatan tersebut akan berujung panjang. Dan belum pernah kita renungi ayat Allah yang menjelaskan bahwa yang menurut kita itu baik, tapi belum tentu baik menurut Allah. Dan yang buruk menurut kita adalah hal yang terbaik bagi Allah untuk kita. (Al-Baqarah:126) Pikirkanlah, hasil dri nilai tersebut yang menurut kita tinggi, itu hanya penilaian dari manusia, penilaian dari Allah jauh lebih baik ketimbang pnilaian manusia.

Umpamanya saat kita melakukan perbuatan tersbut (halal??) lalu kita mendapatkan nilai tinggi (penilaian manusia) selanjutnya kita masuk kuliah (halal???)berikutnya kita kerja (dari nilai halal???)bagaimana nafkah yang akan kita berikan pada keluarga(halal????)

Bayangkanlah......

Dari satu tindakan, tindakan yang lain akan tercemar dan menghabiskan banyak waktu dalam hidup kita, bahkan bisa berlanjut kepada keturunan kita. So???

Masih berani nyontek???

Ada sedikit tips, buat percaya sama diri sendiri dan yakin kita bisa lebih baik dari orang yang nyontek:

1. Yakin kalau Allah itu ada. Allah selalu di pihak yang benar. Allah bakal bantu kita untuk melakukan perbuatan baik.

2. Niat. Sebagai muslim yang baik, setiap perbuatannya niatkan karena Allah, untuk agama. Bersitkan cita-cita kita untuk menjadi salah seorang yang menjayakan islam (apa kita mau selamanya dijajah sama orang NasR**i????). Selain itu ingat orang tua kita yang sudah sekuat tenaga biayain kita, nafkahin kita supaya anaknya bisa berhasil.

3. Jangan mudah tergoda dengan hal-hal yang sifatnya melenakan. ex: nonton berjam-jam, OL lama2, dengerin musik yang gak ada manfaatnya, dll

4. Pasang target tertinggi kita di sekolah, dunia, dan akhirat. ex: di sekolah: juara kelas dan aktif organisasi, di dunia: jadi seorang dokter, hafal qur’an, orang kaya yang rajin berderma, di akhirat: masuk syurga lewat pintu puasa misalnya,

5. Realisasikan target'2 kita. Kalau mau jadi juara kelas tiap hari min. blajar 2 jam, mski besoknya gak belajar di sekolah, kalau mau jadi seorang yang hafiz qur’an: tiap hari setidaknya hafalin 2 ayat, kalau mau msuk syurga lewat pintu puasa: Rajin puasa Sunnah. Bila perlu catat di note kecil kita, tempel di kamar, atau diingat2 trus,

6. Jangan pernah melupakan Allah, banyakin ibadah (rasakan bedanya saat kita dekat sma Allah dan saat kita sedang malas ibadah), seperti lail, duha, shaum, al-ma’tsurat, dsb

7. Sering berdo’a di  waktu-waktu yg dimakbulkan u/ berdo’a ; rakaat terakhir dalam shalat, antara azan dan iqamat, saat 1/3 mlam terakhir, dll

8. Kalau semuanya sudah dlakukan, sekarang tinggal tawakkal kepada Allah, optimis Allah beri yang terbaik untuk kta...

Intinya, kalau di dunia kita pengen berhasil, harus jaga diseimbangin oleh amalan2 kita. Karena sesungguhnya kekuatan orang beriman itu ada di sana. Dan ingat di dunia, tempat sementara, tujuan kita yang utama itu untuk ke akhirat.



sumber: http://pengagum-mimpi.blogspot.com/2010/08/ga-nyontek-siapa-takut.html

Sudah Hebatkah Kita...???


Dekade belakangan kini, kita bisa merasakan bnyak arus perubahan di masyarakat kita, terutama yang menyangkut masalah moral dan kebudayaan. Dan perubahan itu bukan hanya perubahan kecil yang bisa dianggap sepele, namun benar2 mrupakan prubahan yang sangat signifikan.

Masyarakat kita sekarang cendrung tidak pernah menghargai pendapat seseorang. Mungkin bisa kita lihat di lingkungan sekitar kita. Saat ada sseorang yang ingin menyampaikan pendpatnya, dengan seenaknya mulut kta mengatakan “Saya tidk stuju dengan pendapat anda.”. Bahkan yg lbih menyedihkan lgi, blum sempat pernyataan itu keluar, kita sudah mengklaim pendapat kita yg spantasnya diikuti, tanpa memikirkan bgaimana perasaan orang tersebut.

Jika dibandingkan dg etika bangsa kita sbelumnya yang selalu menghargai seseorang, masyarakat kini sungguh tidak dewasa dlam menilai keputusan. Begitu banyak contohnya permasalahan yg dialami oleh negara kita. Seperti permasalahan yg kerap kali menjumpai pemerintahan bangsa kita.

Apakah kita pernah berpikir untuk mencarikan solusi2 yg bermanfaat yg bisa mengembalikan kondisi sperti semula?? Sepertinya lisan kita kini selalu termotivasi untuk mengkritisi, mencerca, dan menghina. Kita tidak pernah mengetahui, terkadang susahnya seseorang menyelesaikan problem2 yg dialami. Dan dengan lancangnya kita mengatakan, “Ahh, bagaimana mereka itu! Urus masalah ini saja tidak bisa!!! Siapa suruh kemarin jdi politisi, birokrat atau yg lainnya.

Bukankah dg memberikan solusi permasalahan itu akan selesai teman??? tanpa harus mengungkit, mengungkit dan mengkritisi lebih jauh. Lebih baikkah kita dri orang yang kita kritik??? Sempurnakah diri kita hingga semuanya harus sesuai dg keinginan kita???

Sadarkah kita pula, bahwa sekarang media masa pun tak lepas dari bahasa mengkritisi, baik televisi, majalah, koran, dan media lainnya. Kita ambil contoh tentang kasus kriminal. Saat kita membaca, melihat, atau menontonnya, yang ada di pikiran kita pasti hanya ingin mengecam para prilaku kriminal. Tanpa ada suatu solusi, hikmah, atau pelajaran yg bisa kita dapat. Sehingga dg munculnya satu kasus kriminal terbaru, akan menjadi contoh bagi orang lain dan muncul berkelanjutan di tempat yg lain.

Semoga bangsa kita bisa berubah ke arah yg lebih baik. Baik persatuan atau ukhuwahnya, akhlak dan moralnya, agamanya, kecerdasannya, kemajuannya, birokrasi dan pemerintahannya, media masanya. Aamiin, aamiin ya Rabb. Mulai sekarang, bisakah kita menjaga lisan kita untuk tidak menyakiti??? Semoga dimulai dari diri kita sendiri akan membawa perubahan. Karena Allah sendiri juga menjanjikan di dlam Al-Qur’an. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum ia sendiri yg mengubahnya.”



sumber: http://pengagum-mimpi.blogspot.com/2010/08/sudah-hebatkah-kita-ekade-belakangan_03.html

Mimpiku dalam Dekapan-Nya



Disaat hakikat Allah Sang Pemilik Mimpi belum tiba di sel otakku... Awalnya ku tak pernah mempercayai mimpi.... Yang ada hanyalah sebuah tanda "kebetulan"... Kebetulan saja ia bisa jadi ini, itu... Kebetulan saja ia bisa mendapatkan ini, itu...

Akhir-akhir ini, begitu banyak kulihat dengan murah hatinya Allah mengabulkan begitu banyak impian hamba-hamba-Nya. Meski aku tidak merasakan secara langsung sebagai seorang yang terkabul mimpinya. Tapi, itu wajar saja karena AKU BELUM BERMIMPI.

Allahurabbi, baru kusadari begitu baiknya kau taburkan berjuta impian makhluk-Mu. Meski kadang impian kami jauh dari ingat pada hari akhir kelak. Meski begitu banyak impian duniawi yang membelai mata kami. Jauh dari ingatan mencari kejayaan diinul islam ini. Bahkan terkadang, indahnya surga tak mampu memeluk hati kami untuk tetap mencintai-Mu Illahku.....

Saya punya kisah seorang guru SMP saya yang berhasil sedikit demi sedikit mencoret daftar mimpinya. Kisahnya, silahan klik link ini http://www.manthono.web.id/2010/08/satu-lagi-mimpi-tercoret-kuliah-di.html

I am very interested about the wonders of a dream. Sungguh, jika kita bermimpi besar, Allah yang Maha Besar akan mengabulkan mimpi-mimpi itu. Tentunya dengan usaha maksimal, ikhtiar dan berdo'a.

Bermimpilah, Allah selalu mendengar mimpi-mimpimu.....

Bermimpilah kau tetap dalam istiqamah di jalan-Nya, berharap kau dipanggil saat khusnul khatimah...
Bermimpilah bahwa kau selalu memberikan kontribusi yang unik, karena setiap cipta-Nya adalah makhluk yang unik....
Bermimpilah kau akan kelilingi dunia, tafakkuri indah panorama kekayaan alam dunia-Nya...
Bemimpilah kau akan menjadi salah satu syuhada dengan berperang di jalan-Nya, karena darahnya kau akan mencium bau surga...
Bermimpilah kau menjadi salah seorang muslim yang berbahagia, sehingga dengannya kau akan membuat orang lain menjadi bahagia...
Bermimpilah kau menuju Baitullah, kau bisa mendo'akan orang-orang yang merindu ingin kesana...
Bermimpilah kau menjadi seorang penjaga kitab mulia-Nya, karena kau adalah satu bagian keluarga-Nya dan kau bisa mempersembahkan mahkota luar biasa kepada kedua orang tuamu di surga...
Bermimpilah menjadi salah satu ilmuwan muslim terhebat, tunjukkan bukti nyata kebenaran Al-Qur'an pada dunia...
Bermimpilah kau menjadi seorang pejabat yang adil, bijaksana, buat orang nasrani terkesima saking hebatnya...

Daftarkan semua mimpi-mimpimu, penuhi otakmu memikirkan bagaimana strateginya, lakukan ikhtiar sekuat tenaga, tawakkal jalan terakhirnya, yakin Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang tak terjangkau oleh pikiran manusia. Optimis, selalu ada Allah yang selalu bersama kita.

Satu yang jangan pernah dilupa, bermimpilah untuk akhiratmu, karena ia kehidupan abadimu selamanya.

Bermimpilah agar Allah menetapkan keimanan di dalam hatimu agar kau selalu mengingat-Nya, merindukan bertemu Rasulullah SAW dan mendapatkan syafaatnya. Satu yang terbesar agar kau bisa bertemu dengan MAHA segalanya dengan segala keridhoan di dalam surga. Aamiin....

"Tidakkah kamu mengetahui bahwa kerajaan di langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong" (Al-Baqarah:107)

Lantas, apakah ada sesuatu yang mustahil bagi Allah untuk mewujudkan impian hamba-Nya???

Selalu ingatlah Allah bersama kita. Allahu ma`ii, Allahu ma`ii......




sumber: http://pengagum-mimpi.blogspot.com/2010/08/daftarkan-mimpimu-pada-sang-pemilik.html